Distributor Honeycomb Ipal Jakarta salah satu media untuk melekatnya bakteri organisme yang berfungsi sebagai bakteri pengurai pada suatu sistem IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) Domestic. Sistem IPAL yang menggunakan Bakteri pengurainya sangat bagus sekali hasil olahannya dan sistem ini di support oleh media yang namanya Sarang Tawon atau juga dikenal Honeycomb. Pada Sistem IPAL media sarang tawon bersifat STATIS di dalam tanki dan akan di lewati oleh limbah yang masuk dari Limbah Rumah Tangga. Limbah yang melewati Media Sarang Tawon tersebut akan terjadi penguraian oleh limbah organisme yang melekat pada Media Sarang Tawon tersebut.
Dan kelebihan yang akan kita dapatkan bila menggunakan Media sarang tawon tersebut adalah mempunyai luas permukaan per volume dan titik distribusi sangat tinggi sehingga performa proses pengolahan air limbah menjadi tinggi. Setiap module dibentuk dari lembaran PVC bergelombang dengan kemiringan gelombang 60 derajat yang direkat secara bersilangan. Konfigurasi demikian mendistribusikan air dan udara secara merata sehingga meningkatkan efektifitas kontak udara dan air. Dan untuk aplikasi yang dimiliki media sarang tawon tersebut Trickling filter, bio-tower, nitrification tower. Sangat ideal menggantikan media batu, kayu dan media acak. Penggantian tersebut meningkatkan waktu retensi kontak antara air limbah dengan biomass. Sangat baik untuk sistem anaerob dan aerob.
Rancangan media sarang tawon khusus sekali untuk anda yang memerlukan media sarang tawon. Media ini sangat terkenal dan populer sekali dikalangan masyarakat luas dan penggunaan media sarang tawon ini sangat efektif untuk mengurangi polutan organik baik secara aerob maupun secara anaerob. Media Sarang tawon diproduksi menggunakan bahan rigid pvc yang mempunyai ketahanan terhadap sinar ultraviolet, jamur, bakteri, asam dan basa yang biasa terdapat pada air limbah.
Fungsi Honeycomb Ipal
Pada sistem Ipal juga berfungsi sebagai sedimentasi yang berfungsi sebagai penahan Lumpur yang akan naik ke permukaan kerena bentuk pemasangannya yang saling menyilang.
Honeycomb contact merupakan media biofilter terbaik untuk digunakan sebagai media pembiakan mikroba untuk menguraikan bahan-bahan pencemar organik yang terdapat dalam air limbah. Media biofilter sarang tawon terbuat dari bahan plastik yang ringan (PVC), tahan lama, mempunyai luas spesifik yang besar, ringan serta volume rongga yang besar sehingga resiko kebuntuan media sangat kecil.
Dibandingkan dengan media biofilter lainnya (seperti batuan kerikil, Mesh Pads (bantalan saringan serat), Briliio Pads, Bio Ball dan Random Packing), maka tipe media media biofilter tipe Sarang Tawon (cross flow) secara teknis memiliki keunggulan istimewa untuk digunakan sebagai media biofilter dalam pengolahan air limbah. Hasil kajian yang dilakukan diketahui bahwa media biofilter tipe sarang tawon memiliki bobot nilai tertinggi dibandingkan dengan media biofilter lainnya.
Sistem Kerja Honeycomb Ipal
Fungsi Media Biofilter dalam pengolahan limbah yaitu sebagai tempat melekatnya bio film bakteri pengurai limbah, tempat pertumbuhan bakteri. Media sarang tawon dirancang khusus untuk pengolahan air limbah secara biologi. Penggunaan media biofilter pada bioreaktor sangat efektif untuk mengurangi polutan organik baik secara aerob maupun secara anaerob. Media honeycomb diproduksi menggunakan bahan rigid PVC yang mempunyai ketahanan terhadap sinar ultra violet, jamur, bakteri, asam dan basa yang biasa terdapat pada air limbah domestik.
Mempunyai performa proses pengolahan air limbah menjadi tinggi karena media sarang tawon mempunyai luas permukaan per volume dan titik distribusi yang tinggi. Setiap module media biofilter dibentuk dari lembaran pvc bergelombang dengan kemiringan gelombang 60 derajat yang direkat secara bersilangan (cross flow). Konfigurasi demikian mendistribusikan air dan udara secara merata sehingga meningkatkan efektifitas kontak udara dan air. Media honeycomb juga mempunyai fungsi sebagai media yang efektif untuk menggantikan media, batu, kayu, dan media acak, sehingga dapat meningkatkan waktu retensi kontak antara air limbah dengan biomassa dan sangat cocok untuk sistem anaerob maupun aerob.
System STP Honeycomb Ipal
System Stp Biotech proses nya dibagi dalam 5 proses, yaitu :
a) Anoxic Chamber
Dari grit chamber air akan mengalir secara gravitasi ke dalam anoxic chamber. Lumpur aktif pengembalian dari sedimentasi chamber akan tercampur / kontak dengan air limbah, sehingga di anoxic chamber akan terjadi proses penguraian limbah oleh mikroorganisme secata an-oxic (minim oksigen).
b) An- aerob Chamber
Setelah melalui tahapan proses anoxic chamber, air limbah akan masuk secara over flow ke an-aerob chamber. Chamber ini dilengkapi dengan bio media yang terbuat dari PVC, dimana fungsi bio media ini adalah sebagai tempat berkembang biaknya mikroorganisme, sehingga dengan adanya bio media ini akan memperluas kontak area antara bakteri dengan air limbah. Proses yang terjadi pada an-aerob chamber ini adalah penguraian limbah secara an-aerob atau tanpa oksigen oleh mikroorganisme yang hidup menempel pada bio media sehingga dapat mengurangi BOD, COD dan partikel tersuspensi. Pada bak ini juga dapat mengantisipasi jika terjadi fluktuasi debit.
c) Aerob Chamber
Di dalam chamber ini akan terjadi proses penguraian limbah oleh bakteri pengurai secara aerobik. Sumber oksigen yang diperlukan oleh bakteri aerob ini dihasilkan melalui hembusan udara blower dan didistribusikan ke dalam bak aerasi oleh fine bubble diffuser. Dalam chamber aerob ini dilengkapi juga dengan bio media ( media bio film ). Media yang dipakai berbentuk plat PVC tipis bergelombang seperti sarang tawon. Maka dengan demikian, akan dapat memperluas kontak area antara bakteri dengan air limbah.
Proses penguraian limbah oleh bakteri akan terjadi secara bertingkat pada permukaan media tersebut. Selama proses aerasi berlangsung di dalam chamber ini, mikroorganisme akan tumbuh di permukaan media tersebut membentuk suatu biomassa yang semakin lama semakin tebal. Bagian paling dalam dari lapisan biomassa tersebut lama kelamaan akan kekurangan supply oksigen dan akan terlepas dari permukaan media. Proses terlepasnya sebagian dari tumpukan biomassa dari permukaan media tersebut disebut “Sloughing Process”.
d) Sedimentation Chamber
Lumpur yang terlepas dari “Sloughing Process” di aerob chamber akan mengalir bersamaan dengan air menuju chamber sedimentasi. Proses yang terjadi di chamber sedimentasi ini adalah proses pemisahan bagian yang padat ( lumpur ) dengan air yang sudah bersih, dimana lumpur akan mengendap di bagian dasar chamber sedimentasi dan air yang sudah bersih akan mengalir melewati chlorine chamber sebelum ke effluent tank untuk dibuang ke badan air penerima. Sedangkan untuk lumpur yang mengendap di dasar chamber sedimentasi akan diangkat melalui proses air lift sistem dan dikembalikan ke chamber an-oxic dan chamber aerob untuk diproses ulang sampai hancur.
e) Chlorination Chamber
Chlorine chamber ini berfungsi sebagai kontak antara air limbah yang sudah diolah dengan zat desinfektan, untuk membunuh bakteri – bakteri patogen yang kemungkinan ada di dalam air limbah yang telah diolah dialirkan ke bak effluent dan dibuang ke saluran real kota.
PT. Rafa Citra Selaras juga memproduksi semua jenis stp biotech
Kami memproduksi stp biotech murah dengan bahan baku yang berkualitas dan harga yang terjangkau.
——————– BOLEH DI COBA ——————-
PT. Rafa Citra Selaras
Racmat Putra
JL.Raya Inpres No.58 C Kelurahan Tengah – Jakarta Timur


